Uji Keahlian P3K Anda!!

Secara teori sepertinya kita tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi keadaan darurat. Tetapi apakah yang kita ketahui selama ini sudah tepat? Coba tes lagi pengetahuan anda.

  1. Teman terkena luka potong sedalam 6 cm. Darah menyiprat kemana-mana. Apa yang anda lakukan?

Apakah anda membebatkan saputangan di atas luka? Dengan mengikat bagian tubuh ini anda menghambat aliran darah ke bagian tubuh yang sehat juga, sehingga malah bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada keuntungannya.

Tindakan yang benar: Lipat saputangan menjadi empat dan tekan di tempat yang terluka. Manfaatkan berat badan anda untuk memastikan tekanannya cukup kuat.

  1. Anak anda tidak sengaja menelan cairan kimia beracun. Apa yang anda lakukan?

Apakah anda langsung memberikan si kecil segelas air campur garam untuk memancing muntah? Untuk zat kimia tertantu, memancing muntah bisa jadi malah berbahaya.

Tindakan yang benar: Segera bawa anak ke unit gawat darurat terdekat dengan membawa serta kemasan racun. Jangan buang sisa racun yang masih ada di dalamnya untuk memudahkan dalam menganalisa racun.

  1. Ketika sedang jalan-jalan seorang teman pingsan. Apa yang anda lakukan?

Apakah anda memberikan amoniak berbau tajam untuk menyadarkannya? Mengendus ammonia memang menyadarkannya tapi tidak menyelesaikan masalah. Tindakan yang benar: Menempatkan kaki lebih tinggi dari kepala karena penyebab pingsan yang paling umum adalah turunnya tekanan darah sementara. Tindakan ini memungkinkan darah kembali mengalir ke otak. Kemudian jangan lupa untuk segera menelepon bantuan medis.

  1. Anda sedang bermain tenis dan membuat gerakan tiba-tiba . kemudian pergelangan kaki anda terasa sakit bukan main dan tidak bisa digunakan untuk berdiri. Apa yang anda lakukan?

Apakah anda mencoba mengurut-urut sendiri kaki anda? Atau mencoba-coba gerakan stretching? Waspada. Salah-salah sakit anda malah bertambah parah.

Tindakan yang benar: Jika tersedia es batu di sekitar anda, segera kompres dengan es batu yang dibungkus handuk, tetapi jangan terlalu lama cukup 20 menit setiap kalinya. Jangan gunakan kaki yang keseleo untuk menahan berat badan anda. Bebat dengan erat dan segera periksakan ke dokter, siapa tahu ada luka otot atau tulang. Cobalah pula meletakkan kaki lebih tinggi dari tubuh. Ini dapat menghindari bengkak berlebihan.

  1. Apa yang anda lakukan jika anak mimisan?

Apakah anda mencoba taktik lama dengan menyuruhnya mendongakkan kepala? Sebaiknya lupakan karena ini malah bisa membuat darah mengalir ke tenggorokkan.

Tindakan yang benar: Mimisan biasanya disebabkan oleh radang pada lapisan hidung bagian dalam (rhinitis). Ini bisa terjadi akibat infeksi atau alergi. Cara terbaik untuk mengendalikan mimisan adalah menjepit seluruh bagian hidung dengan tangan, dari ujung atas sampai bawah. Memberi kompres dingin pada dahi juga dapat menolong. Untuk peradangannya ada obat bebas yang dapat membantu menghentikan aliran darah sementara.

FORMAT PENGKAJI…

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN LANSIA

 I.  PENGKAJIAN

A.  Data Biografi

Nama                       : ···········································

Jenis kelamin             : (1) Laki-laki        (2) Perempuan

Umur                        : ············································  

                                   (1) Elderly         (2) Old           (3) Very Old

Status perkawinan     : (1) Menikah      (2) Tidak Menikah        (3) Janda           (4) Duda

Agama                     :  (1) Islam        (2) Protestan     (3) Katolik         (4) Hindu           (5) Buddha

Pendidikan terakhir    :  (1) Tdk sekolah     (2) SD          (3) SMP          (4) SMU            (5) PT

Suku                        :  (1) Batak        (2) Minang         (3) Jawa            (4) Lainnya , sebutkan.

Sumber Pendapatan  :  (1) Ada, jelaskan.

                                   (2) Tidak, jelaskan.

Keluarga yang dapat dihubungi           : (1) Ada, jelaskan.

                                                          (2) Tidak, jelaskan.

Riwayat Pekerjaan    : ············································  

Alamat                     : ············································

B.  Riwayat Kesehatan

1. Keluhan yang dirasakan saat ini:

            (1) Nyeri dada    (2) Pusing         (3) Batuk           (4) Panas          (5) Sesak          (6) Gatal

(7) Diare            (8) Jantung berdebar      (9) Nyeri Sendi              (10) Penglihatan Kabur

2. Penyebab : ·············································            

3. Timbul : ··················································                        

4. Faktor yang memperberat : ······················

5. Apa keluhan yang anda rasakan 3 bulan terakhir:

(1) Nyeri dada           (2) Pusing         (3) Batuk           (4) Panas          (5) Sesak          (6) Gatal

(7) Diare       (8) Jantung berdebar      (9) Nyeri Sendi              (10) Penglihatan Kabur

6. Penyakit saat ini:

(1) Sesak nafas/ PPOM             (2) Nyeri sendi/ Rematik             (3) Diare            (4) Penyakit kulit

(5) Jantung                                (6) Mata                                    (7) DM              (8) Hipertensi

7. Kemampuan lansia yang dapat dilakukan untuk meringankan penyakitnya:

8. Kejadian penyakit 3 bulan terakhir:

(1) Sesak nafas/ PPOM         (2) Nyeri sendi/ Rematik             (3) Diare            (4) Penyakit kulit

(5) Jantung                           (6) Mata                                    (7) DM              (8) Hipertensi

C. Status Fisiologis

1. Keadaan Umum······································· :                      

2. Bagaimana postur tulang belakang lansia:

            (1) Tegap          (2) Membungkuk            (3) Kifosis         (4) Skoliosis      (5) Lordosis

3. Tanda-tanda vital dan status gizi:

(1) Suhu    :  ············································

(2) TD       : ··············································

(3) Nadi     :  ············································

(4) Respirasi : ··········································            

(5) BB       : ··············································

(6) TB        : ··············································

4. Pemeriksaan Penunjang

5. Riwayat terapi dan Obat-obatan

D. Pengkajian Head to toe

1. Kepala     

Kebersihan                       : Kotor/ Bersih

Kerontokan rambut            : Ya/ Tidak

Keluhan                           : Ya/ Tidak

Jika ya, jelaskan               : ··············································

2. Mata

Konjungtiva                      : Anemis/ Tidak

Sklera                              : Ikterik/ Tidak

Strabismus                       : Ya/ Tidak

Penglihatan                      : Kabur/ Tidak

Peradangan                      : Ya/ Tidak

Riwayat Katarak               : ya/ tidak

Keluhan                           : ya/ tidak

Jika ya, jelaskan               : ··············································

Penggunaan kacamata      : ya/ tidak

3. Hidung

Bentuk                             : simetris/ tidak

Peradangan                      : ya/ tidak

Penciuman                       : terganggu/ tidak

Jika ya, jelaskan               : ··············································

4. Mulut & Tenggorokan

Kebersihan                       : kotor/ bersih

Mukosa                            : kering/ lembab

Peradangan/ stomatitis      : ya/ tidak

Gigi                                 : karies/ tidak, ompong/ tidak

Radang gusi                     : ya/ tidak

Kesulitan mengunyah        : ya/ tidak

Kesulitan menelan                        : ya/ tidak

5. Telinga                

Kebersihan                       : kotor/ bersih

Peradangan                      : ya/ tidak

Pendengaran                    : terganggu/ tidak

Jika terganggu, jelaskan    : ··············································

Keluhan lain                     : ya/ tidak, Jika ya, jelaskan:                 

6. Leher

Pembesaran kelenjar thyroid          : ya/ tidak

JVD                                             : ya/ tidak

Kaku kuduk                                  : ya/ tidak

7. Dada

Bentuk dada         : normal chest/ barrel chest/ pigeon chest/ lainnya

Retraksi               : ya/ tidak

Wheezing             : ya/ tidak

Ronchi                 : ya/ tidak

Suara jantung tambahan    : ya/ tidak

Ictus cordis                   : ICS ·················            

8. Abdomen

Bentuk                             : distend/ flat/ lainnya

Nyeri tekan                      : ya/ tidak

Kembung                         : ya/ tidak

Bising usus                      : ada/ tidak, frekuensi:                kali/menit

Massa                             : ya/ tidak, region:·································

9.  Ekstremitas

Kekuatan otot       : ··············································

Ket          : 0 = lumpuh

1 = ada kontraksi

2 = melawan grafitasi dengan sokongan

3 = melawan grafitasi tapi tidak ada tahanan

4 = melawan grafitasi dengan tahanan sedikit

5 = melawan grafitasi dengan kekuatan penuh

Postur tubuh                     : skoliosis/ lordosis/ tegap

Rentang gerak                  : maksimal/ terbatas

Deformitas                       : ya/ tidak

Tremor                             : ya/ tidak

Edema kaki                      : ya/ tidak, pitting edema/ tidak

Penggunaan alat bantu      : ya/ tidak, jenis :………………………………

10. Integumen

Kebersihan           : baik/ tidak

Warrna                 : pucat/ tidak

Kelembaban         : kering/ lembab

Gangguan pada kulit: ya/ tidak, jelaskan:……………………………….

E. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari

     a. Pola pemenuhan kebutuhan nutrisi

1. Frekuensi makan

     (1) 1 kali sehari              (2) 2 kali sehari              (3) 3 kali sehari              (4) Tidak teratur

2. Jumlah makanan yang dihabiskan

     (1) 1 porsi habis             (2) ½ porsi dihabiskan    (3) < ½ porsi yang dihabiskan     (4) lain-lain

3. Makanan tambahan  : ·······································            

     (1) Dihabiskan               (2) Tidak dihabiskan       (3) Kadang-kadang dihabiskan

b. Pola pemenuhan cairan

1. Frekuensi minum

     (1) < 3 gelas sehari        (2) > 3 gelas sehari

Jika jawaban (1), alasan:

     (1) Takut kencing malam hari                  (3) Persediaan air minum terbatas

     (2) Tidak haus                                       (4) kebiasaan minum sedikit

2. Jenis minuman

     (1) air putih        (2) teh               (3) kopi

     (4) susu                        (5) lainnya

c. Pola kebisaan tidur

1. Jumlah waktu tidur

            (1) < 4 jam        (2) 4-6 jam                     (3) > 6 jam

2. Gangguan tidur berupa:

            (1) insomnia                              (3) sulit mengawali

            (2)  sering terbangun                  (4) tidak ada gangguan

3. Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur

            (1) santai                       (2) diam saja    

            (3) keterampilan             (3) kegiatan keagamaan

d. Pola eliminasi BAB

1. Frekuensi BAB

            (1) 1 kali sehari              (2) 2 kali sehari              (3) lainnya

2. Konsistensi

     (1) encer           (2) keras           (3) lembek

3. Gangguan BAB

     (1) Inkontinensia alvi      (2) Konstipasi    (3) Diare            (4) Tidak ada

4. Pola BAK

     (1) 1 – 3 kali sehari        (2) 4 – 6 kali sehari        (3) > 6 kali sehari

5. Warna Urin

     (1) Kuning jernih (2) Putih jernih               (3) Kuning keruh            (4) Lainnya,…….

6. Gangguan BAK

     (1) Inkontinensia urin      (2) Retensi urin              (3) Lainnya,

e. Pola pemenuhan kebersihan diri

1. Mandi

     (1) 1 kali sehari              (2) 2 kali sehari              (3) 3 kali sehari              (4) <1 kali sehari

2. Memakai sabun   (1) ya   (2) tidak

3. Sikat gigi

     (1) 1 kali sehari              (2) 2 kali sehari              (3) tidak pernah, alasan

4. Menggunakan pasta gigi  (1) ya                (2) tidak

5. Kebiasaan berganti pakaian bersih

     (1) 1 kali sehari              (2) > 1 kali sehari           (3) tidak ganti

f. Kemampuan melakukan aktifitas sehari-hari

1. Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan

     (1) Membantu kegiatan dapur                  (3) Pekerjaan rumah tangga        (5) Tidak ada

     (2) Berkebun                                          (4) keterampilan tangan

2. Kegiatan di waktu luang:

3. Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari

NO

AKTIVITAS

KEMAMPUAN

SKOR

1

Transfer (tidur       duduk)

Mandiri

3

Dibantu satu orang

2

Dibantu dua orang

1

Tak mampu

0

2

Mobilisasi (berjalan)

Mandiri

3

Dibantu satu orang/ walker

2

Dengan kursi roda

1

Tak mampu

0

3

Penggunaan toilet (pergi ke/dari WC, melepas mengenakan celana, menyiram)

Mandiri

2

Perlu pertolongan (sebagian)

1

Tergantung orang lain

0

4

Membersihkan diri (lap muka, sisir rambut, sikat gigi)

Mandiri

1

Perlu pertolongan orang lain

0

5

Mengontrol BAB

Kontinen teratur

2

Kadang – kadang kontinen

1

Inkontinen

0

6

Mengontrol BAK

Kontinen teratur

2

Kadang – kadang kontinen

1

Inkontinen

0

7

Mandi

Mandiri

1

Tergantung orang lain

0

8

Berpakaian

Mandiri

2

Sebagian dibantu

1

Tergantung orang lain

0

9

Makan

Mandiri

2

Perlu pertolongan

1

Tergantung orang lain

0

10

Naik turun tangga

Mandiri

2

Perlu pertolongan

1

Tidak Mampu

0

 

Skor Total

 

 

Keterangan :

            20         : Mandiri

            12 – 19 : Ketergantungan ringan

            9 – 11   : Ketergantungan sedang

            5 – 8     : Ketergantungan berat

            0 – 4     : Ketergantungan Total

F. Riwayat Psikologis

  1. Lansia mengenal masalah utamanya
  2. Bagaimana sikap klien terhadap proses penuaan
  3. Apakah dia merasa dibutuhkan dalam keluarga: ya/ tidak
  4. Apakah lansia optimis memandang kehidupan: ya/ tidak
  5. Cara mengatasi stres yang dialami lansia
  6. Cara menyesuaikan diri dengan lingkungan, masa tua dan keluarganya
  7. Lansia mengalami kegagalan: ya/ tidak
  8. Harapan lansia saat ini dan akan datang
  9. Fungsi intelektual & kognitif (berdasarkan SPMSQ)

G. Riwayat Sosial Ekonomi

  1. Sumber keuangan lansia
  2. Lansia tinggal dengan siapa
  3. Pandangan lansia terhadap lingkungan sekitar dan keluarga
  4. Seberapa sering lansia bertemu dengan orang diluar rumah
  5. Lansia dapat menyalurkan hobi dengan fasilitas yang ada: ya/ tidak

H. Riwayat Spiritual

I.  Riwayat Psikososial

  1. Persepsi lansia tentang masa tua dan masalah yang ada
  2. Konsep diri
  3. Emosi
  4. Adaptasi
  5. Mekanisme pertahanan diri

Mau download dalam bentuk PDF ini >>

PENGALAMAN KELUARGA DENGAN PENDERITA THALASSEMIA

Udah lama bgt ga ngepost..maafin, maafin yah sobat (hehe..)
cuma mau share pengalaman PBLK dulu waktu kuliah,,pernah punya keluarga dengan anak2 yang menderita thalasemia..
Begini ceritanya>>>

Ny.T (39 tahun) dan Tn.I (49 tahun) mempunyai 5 orang anak yang tinggal serumah di Jl. H.M Said Gg.A Kelurahan Durian Kecamatan Medan timur. Anak pertama Tn.I yaitu Tn.A adalah anak hasil perkawinan dengan istri pertamanya. Setelah bercerai dengan istri pertama Tn.I membawa anaknya dan tinggal serumah dengan istri keduanya (Ny.T). Ny.T melahirkan anak pertama Nn.Me yang sekarang berumur 14 tahun, anak keduanya An.Ml (12 tahun), An.De (10 tahun) dan An.Ba (5 tahun). Kedua anak Ny.T dan Tn.I didiagnosa penyakit thalassemia yaitu Nn.Me dan An.Ba. Berdasarkan hasil wawancara dengan keluarga diketahui awalnya yang didiagnosa thalassemia adalah Nn.Me pada usia 12 tahun. Nn.Me mengalami sakit perut, disertai demam dan mual kemudian keluarga membawa Nn.Me ke dokter kenalan dan diberi obat. Setelah beberapa hari dirawat dirumah Nn.Me mengalami sesak nafas dan keluarga langsung membawa Nn.Me ke Rumah Sakit Methodist dan langsung periksa darah dan didapat Hbnya rendah 5 gr% dan didapat gambaran eritrosit yang tidak khas. Dokter yang menangani Nn.Me mengatakan bahwa dugaan awal Nn.Me menderita anemia tapi masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan khusus yaitu pemeriksaan elektroforesis Hb diketahui bahwa Nn.Me menderita suatu kelainan darah yang dinamakan thalassemia. Tn.I dan Ny.T tidak menyangka bahwa anaknya akan terkena penyakit yang namanya sama sekali belum pernah didengar sebelumnya. Ny. T sempat syok saat mendengar cobaan yang diberikan kepada anaknya. Ny.T dan suami mendapat penjelasan bahwa anaknya harus mendapatkan transfusi darah seumur hidupnya. Ny.T pun akhirnya berusaha tabah demi kelangsungan hidup anaknya dan menerima penyakit anaknya.
Nn.Me melaksanakan transfusi darah pertama kali di RS Methodist saat dirawat disana. Kemudian, pada bulan selanjutnya Nn.Me transfusi di RSUP H.Adam malik Medan karena pasien thalassemia mendapatkan darah dan suntikan desferal gratis dari Yayasan Thalassemia Indonesia yang dirawat di RSUP HAM. Saat dirawat di Ruang RB4 Non Infeksi khusus thalasemia, Ny.T berbincang-bincang dengan anggota keluarga lain penderita thalassemia. Beliau mendapatkan informasi dan pengalaman merawat penderita thalassemia. Ny.T awalnya takut karena ia mendengar penderita thalassemia umurnya pendek dan tidak lebih dari 20 tahun. Namun, karena penjelasan dokter yang mengatakan penderita thalassemia ada yang sudah menjadi dokter dan menikah sehingga membuat Ny.T lebih tenang dan tetap berusaha demi kesembuhan anaknya.
Pada usia 2 tahun 8 bulan Ny.T mendapati anak bungsunya (An.Ba), berwajah pucat disertai demam tiap bulan. Ny.T mencurigai anaknya ini menderita penyakit yang sama dengan kakaknya dan langsung membawa An.Ba ke RSUP H.Adam Malik. Setelah dilakukan pemeriksaan didapat Hb An.Ba 4 gr% dan didiagnosa penyakit thalassemia. Ny.T dan suami tidak menyangka bahwa anak terakhirnya juga menderita thalassemia dan harus mendapatkan transfusi darah setiap bulan. Tapi seiring berjalannya waktu Ny.T dan suami berusaha memahami dan menerima keadaan kedua anaknya. Mereka masih tetap bersyukur karena kedua anak yang lain tidak menunjukkan gejala penyakit thalassemia. Akhirnya keduanya sepakat membagi tugas dalam merawat dan mengurus rumah tangga. Tn.I sebagai kepala rumah tangga bertugas mencari nafkah dan menjaga kedua anaknya yang sehat dan Ny.T menemani kedua anak yang lain saat harus transfusi di Rumah Sakit.
Ny.T menemani kedua anaknya setiap kali transfusi. Ny.T menceritakan pengalamannya saat transfusi darah anaknya ketika dia harus menghangatkan darah dengan mengapit 3 kantong darah di ketiaknya. Satu kantong di ketiak yang satu dan 1 kantong lagi di ketiak yang lain. Untuk kantong yang lain setelah kedua kantong sebelumnya selesai. An.Ba biasanya transfusi darah 1,5-2 kantong sedangkan kakaknya Nn.Me mendapatkan transfusi sebanyak 1-1,5 kantong darah. Dia mengungkapkan cukup kerepotan juga harus menemani dua anak sekaligus saat transfusi, kadang ada anaknya yang hendak buang air kecil tapi dia juga harus melihat transfusi anak yang lain atau jika dia harus ke Depofarmasi bolak balik mengambil desferal untuk anaknya. Walaupun begitu Ny.T cukup bersyukur karena kedua anaknya tidak pernah mengeluh apapun dan tidak rewel saat ditransfusi. Berbeda dengan anak yang lain ketika dipasang infus sering menangis kesakitan sedangkan An.Ba tidak.
Selama sebulan memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dengan thalassemia, saya menemani saat transfusi pada tanggal 18 Juli 2009. An.Ba dan Nn.Me mulai transfusi pada hari pertama dirawat di RS dan 3 hari selanjutnya mendapatkan suntikan desferal sebanyak 6 kali melalui cairan infus. Hb An.Ba saat masuk 6 gr% dan Nn.Me 8 gr%. Hb An.Ba saat keluar 11 gr% dan Nn.Me 10 gr%.Pada tanggal 21 juli 2009 sore hari Ny.T dan anaknya pulang ke rumah.
Ny.T dan suami pernah periksa darah dan dari hasil pemeriksaan diketahui mereka adalah carier/pembawa sifat thalassemia. Ny.T yang mempunyai riwayat tekanan darah rendah semenjak remaja sering merasa kelelahan dan terdapat gejala anemia ringan. Tn.I juga sering memiliki tekanan darah rendah tapi tidak memiliki gejala anemia.Riwayat keluarga dengan penyakit thalassemia diakui Ny.T dan suami juga tidak ada. Mereka satu-satunya dengan penderita thalassemia di keluarga besarnya. Oleh karena itu, awalnya mereka tidak menyangka anaknya akan menderita thalassemia. Namun akhirnya, mereka menyadari bahwa mungkin saja selama ini di keluarganya hanya sebagai carier dan mempunyai gejala anemia ringan saja sehingga tidak perlu ditransfusi.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang saya dapatkan selama melakukan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.I, saya mendapatkan bahwa tidak terdapat gangguan psikologis pada anak-anak Tn.I walaupun menderita thalassemia. Kedua anaknya tetap berperilaku seperti anak biasa, bersahabat, bermain dan mereka sangat mengerti atas keadaan penyakit mereka. Misalnya, saja An.Ba tidak suka bermain di luar rumah tapi ia hanya bermain didalam rumah dengan kakaknya dan mainannya. Setiap bermain di luar rumah An.Ba bisa mimisan dan pingsan. Begitu juga dengan Nn.Me tetap bersahabat dan berprestasi di sekolahnya walaupun ia menderita thalassemia. Teman-temannya tidak ada yang menjauhi dia karena penyakitnya. Nn.Me berharap kelak jika dewasa ia ingin menggapai semua cita-citanya dan dapat membahagiakan kedua orang tuanya.
Harapan Ny. T adalah kesehatan bagi anak-anaknya dan kemudahan dalam transfusi darah yang tidak harus setiap bulan tapi bisa dalam jangka waktu yang lebih lama misalnya 3 bulan sekali. Karena, bukan hanya karena kerepotan yang dialami Ny.T tapi juga karena sekolah anaknya menjadi terganggu akibat harus transfusi darah setiap bulan. Sekolahnya jadi terganggu karena harus libur seminggu setiap bulan. Ny.T sebenarnya ingin anaknya sembuh total dan tidak harus transfusi setiap bulan. Tapi jika ingin tidak transfusi hanya pilihan terakhir yang harus dilakukan yaitu transplantasi sumsum tulang belakang yang menghabiskan biaya yang mahal dan sumsum tulang yang benar-benar identik.
Tn.I dan Ny.T telah melakukan tugasnya sebagai orang tua yang memperhatikan kesehatan anaknya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi anaknya, melakukan tindakan pengobatan yang tepat atas diagnosa penyakit anaknya serta memberikan perlindungan dan perawatan bagi anaknya. Dalam pencarian informasi tentang keadaan penyakit, penyebab, nutrisi pada penderita thalassemia dan efek dari tindakan transfusi Ny.T mengakui masih kurang. Oleh karena itu, keluarga berharap mendapatkan informasi yang lebih terperinci dan jelas dari perawat sehingga keluarga semakin mengerti tentang keadaan anaknya.

(Lanjutan) Download Power Point Kuliah

Postingan lagi nehh sobat ^^
Kemaren khan janji mw kasih p-point KEPERAWATAN yg lebih keren..
Janji saya tepati,, hehe;)

Nih dia silahkan………
Konsep Keperawatan Gerontik
MASALAH KESEHATAN YG LAZIM PADA ANAK

May be useful~~~
TQ Sob~~

Yuk cari tahu tentang kebiasaan Mendengkur…

Sobat mempunyai kebiasaan mendengkur (snoring),,jangan khawatir!!
Mari kita kenali kebiasaan ini lebih dekat dan ketahui cara penanganannya..Let’s see it ;)

1. Definisi
Mendengkur adalah suara serak atau keras yang terjadi ketika napas terhambat saat sedang tidur. Kadang-kadang mendengkur dapat menunjukkan kondisi kesehatan yang serius. Sebanyak setengah dari orang dewasa mempunyai kebiasaan mendengkur. Mendengkur terjadi ketika udara terhambat mengalir di tenggorokan dan menyebabkan jaringan bergetar saat bernafas sehingga menciptakan suara-suara menjengkelkan.
Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan menghindari alkohol sebelum tidur dapat membantu menghentikan kebiasaan mendengkur. Selain itu, peralatan medis dan pembedahan juga dapat mengurangi kebiasaan mendengkur. Namun, hal ini tidak serta merta cocok atau diperlukan untuk semua orang yang mendengkur.
Mari kita lihat lagi>>>

2. Gejala
Tergantung pada penyebab mendengkur. Selain kebisingan yang disebabkan oleh mendengkur, hal lain yg dapat terjadi adalah:
• Rasa kantuk di siang hari yang berlebihan
• Kesulitan berkonsentrasi
• Sakit tenggorokan
• Gelisah saat tidur
• Serasa terengah-engah atau tercekik pada malam hari
• Tekanan darah tinggi
• Denyut jantung tidak teratur

Segera hubungi ahli kesehatan anda apabila:
• Anda mendengkur begitu keras dan mengganggu tidur pasangan Anda
• Anda bangun tersedak atau terengah-engah
Ini mungkin menunjukkan Anda mendengkur disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti kesulitan bernafas saat tidur.
Jika anak Anda mendengkur, tanyakan dokter anak Anda tentang hal itu. Anak-anak dapat memiliki kesulitan bernafas saat tidur juga. Tapi, masalah hidung dan tenggorokan seperti pembesaran amandel dan obesitas seringkali mendasari kebiasaan mendengkur pada anak-anak. Mengobati kondisi ini bisa membantu tidur anak Anda tidur lebih baik.

Lanjut membaca

7 Tanda & Gejala penyakit yang TIDAK boleh diabaikan!!!

7 Signs and Symptoms NOT TO IGNORE…

PENTING untuk diketahui !!!

Tahukah sobat???Penyakit terdeteksi saat telah menjadi parah dan mendesak untuk segera diobati. Kita sering lupa bagaimana  gejala awal penyakit tersebut sampai akhirnya diketahui telah sampai pada stadium lanjut. Padahal, gejala awal tsb dapat menjadi alarm suatu penyakit lho..
Ok..Mari qt lihat>>>>

7 Tanda-tanda dan gejala penyakit yang tidak boleh diabaikan.

1. PENURUNAN BERAT BADAN MENDADAK
Kehilangan berat badan bagi sebagian orang mungkin bagaikan mimpi yg menjadi kenyataan (wahh..). Bahkan orang rela melakukan diet ketat demi mendapatkan tubuh ideal yang sangat didambakannya. Namun, tidak begitu halnya dengan penurunan berat badan yang mendadak dan sulit dijelaskan. Hal ini dapat merupakan tanda adanya masalah kesehatan serius. Jika dalam waktu 6 bulan terakhir, sobat telah kehilangan 10% dari berat badan sebelumnya maka WASPADALAH dan PERIKSALAH ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan ini bisa saja disebabkan oleh berbagai kondisi seperti hipertiroidisme, diabetes, depresi, penyakit hati, kanker atau gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi). (tuhh khan!!) NEXT….

2. DEMAM PERSISTEN ATAU TINGGI
Demam merupakan pertahanan tubuh pada saat tubuh terserang infeksi. Demam yang terjadi lebih dari 3 hari disebut demam persisten yang dapat menjadi sinyal tersembunyi dari penyakit infeksi saluran kemih sampai penyakit TBC. Dalam beberapa kasus, kondisi kanker (ganas) seperti limfoma juga menyebabkan demam berkepanjangan atau persisten. Selain itu, jika sobat mengalami demam tinggi sebesar 103 F (39,40 C) atau lebih tinggi dari itu, segera konsultasikan ke dokter sesegera mungkin.

Lanjut membaca

Download Power Point Kuliah

Bagi sobat2 yang cari bahan ajar tuk kuliah KDM/keprof atau mahasiswa yg mw tambahan referensi kuliah nih ada..KONSEP TUMBANG ppt.

atau mungkin mw yang ini BOLEH.. konsep dasar keperawatan profesional ppt...

Tuk sementara yang itu dulu yahh,,lain waktu akan diupload lg yg lebih KEREN..

So,, sering2 singgah ke BLOG  INI !!

Moga bermanfaat SOBAT :)

Download Silabus Keperawatan

Haiiiiii,,ketemu lagi dgn saya “Weenbee Ners” ^o^

Postingan kali ne saya dedikasikan bwt para dosen akper yg sibuk cari2 referensi tuk meramu sebuah SILABUS…

Kenapa saya blg ‘meramu’???

yahh,,tdk lain dan gak bkn krna…setiap dosen pasti punya kreatifitas sendiri2 tuk membuatnya dan biasanya tuh berdasarkan evaluasi silabus2 sebelumnya..

Berhubung saya ngajarnya cuma di mata kuliah ini, ,jd t’batas ni aja yah yg di publish..

HAPPY READING ;)

Download >>>silabus keperawatan gerontik

silabus keperawatan profesional

Asuhan Keperawatan klien dengan Ca paru

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kanker paru (Ca Paru) merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada pria dan wanita. Kanker paru ini meningkat dengan angka yang lebih besar pada wanita dibandingkan pada pria dan sekarang melebihi kanker payudara sebagai penyebab paling umum kematian akibat kanker pada wanita. Menurut hasil penelitian, hampir 70% pasien kanker paru mengalami penyebaran ketempat limfatik regional dan tempat lain pada saat didiagnosis. Beberapa bukti menunjukkan bahwa karsinoma cenderung untuk timbul di tempat jaringan perut sebelumnya (tuberculosis fibrosis ) di dalam paru . Kanker paru mengacu pada lapisan epithelium saluran napas. Kanker paru dapat timbul dimana saja di paru dan kebanyakan kasus kanker paru dapat dicegah jika kebiasaan merokok dihilangkan.

Selama 50 tahun terakhir terdapat suatu peningkatan insidensi paru – paru yang mengejutkan. America Cancer Society memperkirakan bahwa terdapat  1.500.000 kasus baru dalam tahun 1987 dan 136.000 meningggal. Prevalensi kanker paru di negara maju sangat tinggi, di USA tahun 1993 dilaporkan 173.000/tahun, di Inggris 40.000/tahun, sedangkan di Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak. Di RS Kanker Dharmais Jakarta tahun 1998 tumor paru menduduki urutan ke 3 sesudah kanker payudara dan leher rahim. Namun, karena sistem pencatatan kita yang belum baik, prevalensi pastinya belum diketahui tetapi klinik tumor dan paru di rumah sakit merasakan benar peningkatannya. Sebagian besar kanker paru mengenai pria (65 %), life time risk 1:13 dan pada wanita 1:20.

Perawat sebagai tenaga kesehatan harus mampu memberikan asuhan keperawatan yang efektif dan mampu ikut serta dalam upaya penurunan angka insiden kanker paru melalui upaya preventif, promotor, kuratif dan rehabilitatif. Berdasarkan pemaparan diatas, kelompok tertarik membahas Asuhan Keperawatan pada Tn.M dengan Kanker Paru stadium IV.

Lanjut membaca

Kumpulan leaflet dan booklet..

NEW POST………………………….

Kumpulan leaflet “hand made” sewaktu kuliah dulu..

Postingan kali ini spesial tuk mahasiswa2  AKPER PEMKAB Tapanuli Tengah yg lagi sibuk cari2 leaflet..
Ayo dilihat FREN,,boleh dicopas atau diprint sekalian..

Check it out!! ^^

booklet kespro pdf

Leaflet perawatan kaki diabetik

ANEMIA

asam urat (gout)

thalasemia liflet

untuk sementara ini dulu leafletnya fren,,tunggu leaflet/booklet2 yg lain selanjutnya !!!
Tetap buka blog ini yah ^^