PRINSIP PENANGGULANGAN BENCANA

Kali ini,,aq mau share bahan kuliah “Nursing Disaster”..nih bahanQ ngajar di AKPER PemKab Tapteng..
Sekedar buat nambah koleksiQ di blog and info tuk para mahasiswa keperawatan di kawasan dunia maya…
check it out^^
Defenisi
Penanggulangan bencana adalah seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan dan penanganan bencana  sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang mencakup pencegahan, pengurangan (mitigasi), kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan.
Tujuan
Melindungi masyarakat dari bencana alam dan melindungi dari dampak yang ditimbulkannya
Prinsip-Prinsip Penanggulangan Bencana (UU No.24 tahun 2007:
  • Cepat dan tepat
  • Prioritas
  • Koordinasi dan keterpaduan
  • Berdaya guna dan berhasil guna
  • Transparansi dan akuntabilitas
  • Kemitraan
  • Pemberdayaan
  • Nondiskriminatif
  • Nonproletisi
Tahapan Penanggulangan Bencana
  • Tahap Pencegahan & Mitigasi
  • Tahap Kesiapsiagaan
  • Tahap Tanggap Darurat
  • Tahap Pasca Darurat
Pencegahan

Pencegahan adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan sama sekali atau mengurangi  ancaman.

Contoh:

  • Pembuatan hujan buatan untuk mencegah terjadinya kekeringan di suatu wilayah
  • Melarang atau menghentikan penebangan hutan
  • Menanam tanaman bahan pangan pokok alternatif
  • Menanam pepohonan di lereng gunung
Mitigasi
Mitigasi atau pengurangan adalah upaya untuk mengurangi atau meredam risiko.
 Contoh :
  • Membuat bendungan, tanggul, kanal untuk mengendalikan banjir; pembangunan tanggul sungai dan lainnya
  • Penetapan dan pelaksanaan peraturan, sanksi; pemberian penghargaan mengenai penggunaan lahan, tempat membangun rumah, aturan bangunan
  • Penyediaan informasi, penyuluhan, pelatihan, penyusunan kurikulum pendidikan penanggulangan bencana
Kesiapsiagaan
Kesiapsiagaan adalah upaya menghadapi situasi darurat serta mengenali berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pada saat itu. Hal ini bertujuan agar warga mempunyai persiapan yang lebih baik untuk menghadapi bencana
Contoh tindakan kesiapsiagaan:
  • Pembuatan sistem peringatan dini
  • Membuat sistem pemantauan ancaman
  • Membuat sistem penyebaran peringatan ancaman
  • Pembuatan rencana evakuasi
  • Membuat tempat dan sarana evakuasi
  • Penyusunan rencana darurat, rencana siaga
  • Pelatihan, gladi dan simulasi atau ujicoba
  • Memasang rambu evakuasi dan peringatan dini
Tanggap darurat
Tanggap darurat adalah upaya yang dilakukan segera setelah bencana terjadi untuk mengurangi dampak bencana, seperti penyelamatan jiwa dan harta benda.
Contoh tindakan tanggap darurat:
  • Evakuasi
  • Pencarian dan penyelamatan
  • Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD)
  • Pengkajian cepat kerusakan dan kebutuhan
  • Penyediaan kebutuhan dasar seperti air dan sanitasi, pangan, sandang, papan, kesehatan, konseling
  • Pemulihan segera fasilitas dasar seperti telekomunikasi, transportasi, listrik, pasokan air  untuk mendukung kelancaran kegiatan tanggap darurat
Tahapan Pasca Darurat
Tahap rehabilitatif (pemulihan)
Contoh :
  •  Memperbaiki prasarana dan pelayanan dasar fisik, pendidikan, kesehatan, kejiwaan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, lingkungan, prasarana transportasi, penyusunan kebijakan dan pembaharuan struktur penanggulangan bencana  di pemerintahan.
Tahap rekonstruksi (pembangunan  berkelanjutan)
Contoh :
  •    Membangun prasarana dan pelayanan dasar fisik, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, lingkungan, pembaharuan rencana tata ruang wilayah, sistem pemerintahan dan lainnya yang memperhitungkan faktor risiko bencana.
Defenisi Sistem Triase
Triase merupakan kegiatan pemilahan korban-korban menurut kondisinya dalam kelompok untuk mengutamakan perawatan bagi yang paling membutuhkan.
Defenisi lain
Triase adalah proses khusus memilah pasien berdasar beratnya cedera atau penyakit (berdasarkan yang paling mungkin akan mengalami perburukan klinis segera) untuk menentukan prioritas perawatan gawat darurat medik serta prioritas transportasi (berdasarkan ketersediaan sarana untuk tindakan).
Tindakan ini berdasarkan Prioritas ABCDE yang merupakan proses yang sinambung sepanjang pengelolaan gawat darurat medik.
Tag Triase
Tag (label berwarna dengan form data pasien) yang dipakai oleh petugas triase untuk mengindentifikasi dan mencatat kondisi dan tindakan medik terhadap korban. Triase dan pengelompokan berdasarkan Tagging
  • Prioritas Nol (Hitam) : Pasien mati atau cedera fatal yang jelas dan tidak mungkin diresusitasi.
  • Prioritas Pertama (Merah) : Pasien cedera berat yang memerlukan penilaian cepat serta tindakan medik dan transport segera untuk tetap hidup (misal : gagal nafas, cedera torako-abdominal, cedera kepala atau maksilo-fasial berat, shok atau perdarahan berat, luka bakar berat).
  • Prioritas Kedua (Kuning) : Pasien memerlukan bantuan, namun dengan cedera yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. Pasien mungkin mengalami cedera dalam jenis cakupan yang luas (misal : cedera abdomen tanpa shok, cedera dada tanpa gangguan respirasi, fraktura mayor tanpa shok, cedera kepala atau tulang belakang leher tidak berat, serta luka bakar ringan).
  • Prioritas Ketiga (Hijau) : Pasien dengan cedera minor yang tidak membutuhkan stabilisasi segera, memerlukan bantuan pertama sederhana namun memerlukan penilaian ulang berkala (cedera jaringan lunak, fraktura dan dislokasi ekstremitas, cedera maksilo-fasial tanpa gangguan jalan nafas, serta gawat darurat psikologis).
  • Prioritas Keempat (Biru): Kelompok korban dengan cedera atau penyakit kritis dan berpotensi fatal yang berarti tidak memerlukan tindakan dan transportasi
Metode Triase
  • Sistem METTAG (Triage tagging system)
  • Sistem Triase Penuntun Lapangan START (Simple Triage And Rapid Transportation).
  • Sistem Kombinasi METTAG dan START
  • Triase Sistim METTAG

Pendekatan yang dianjurkan untuk memprioritasikan tindakan atas korban. Resusitasi ditempat.

Triase Sistem Penuntun Lapangan START

Berupa penilaian pasien 60 detik dengan mengamati ventilasi, perfusi, dan status mental (RPM : R= status Respirasi ; P = status Perfusi ; M = status Mental) untuk memastikan kelompok korban (lazimnya juga dengan tagging) yang memerlukan transport segera atau tidak, atau yang tidak mungkin diselamatkan atau mati. Ini memungkinkan penolong secara cepat mengidentifikasikan korban yang dengan risiko besar akan kematian segera atau apakah tidak memerlukan transport segera. Resusitasi diambulans.

Triase Sistem Kombinasi METTAG dan START

Sistem METTAG atau sistem tagging dengan kode warna yang sejenis bisa digunakan sebagai bagian dari Penuntun Lapangan START.Resusitasi di ambulans atau di Area Tindakan Utama sesuai keadaan.

Jenis2 bencana/ancaman

  • Gempa bumi
  • Tsunami
  • Banjir
  • Gunung meletus
  • Longsor
  • Kekeringan
  • Kebakaran hutan dan gedung
  • Cuaca ekstrim
  • Teroris

Organisasi terhadap Sistem Pertolongan Bencana (dahulu)

  • Di tingkat nasional ada Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana(Bakornas PB) sebagai lembaga antar kementerian yang bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan penanggulangan bencana.
  • SATKORLAK PB (Satuan Koordinasi Pelaksana PB) di tingkat propinsi merupakan lembaga antar dinas propinsi yang mengkoordinir kegiatan PB.
  • SATLAK PB (Satuan Pelaksana PB) pada tingkat kabupaten;
  • SATGAS (Satuan Tugas) pada tingkat kecamatan
  • LINMAS (Perlindungan Masyarakat) pada tingkat desa.
  • Organisasi PB menurut UU No. 24 Tahun 2007 (sekarang)
  • Pada tingkat nasional, dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang setingkat dengan menteri.
  • Untuk daerah, dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik ditingkatan propinsi maupun kabupaten/kota.
Lembaga lain yang berperan penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia adalah
Lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB, misalnya UNICEF, UNESCO, WHO, UNDP, UNHCR, UN-OCHA/UNORC, WFP), LSM lokal dan internasional dan organisasi seperti PMI (Palang Merah Indonesia), Yayasan IDEP, MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia), Oxfam,CARE.
SEMOGA BERMANFAAT..

^____^

Source: Berbagai Sumber

9 thoughts on “PRINSIP PENANGGULANGAN BENCANA

  1. Buagus banget tulisannya mbak, jarang perawat yang nulis tentang keperawatan bencana…. emang keperawatan bencana sudah menjadi mata kuliah tersendiri di AKPER

    • Makasih mas..salam kenal ^^
      Kebetulan di daerah kami di Tapanuli Tengah itu wilayah laut & pegunungan mas,trus srg jg gempa, jd kampus kami dsini menambahkan mata kuliah tambahan namanya “Nursing Disaster”..
      Mata kuliah keperawatan bencana ini mengajarkan tentang pengenalan tanda/gejala bencana, penanggulangan bencana itu sendiri dilihat dari peran perawat sbg tenaga kesehatan dan ada jg simulasi/pelatihan bencana bekerjasama dgn badan2 terkait misal SAR/BPBD..

  2. bagus materinya…., bencana dan kesehatan sangat dekat kayaknya…emmm ngomong2 ada punya buku khusus tentang bencana kesehatan dan konsep kesehatan dalam bencana-kah?terima kasih
    Salam kenal dari saya Dwi Syams-Jogja

    • makasih mas..
      saya juga kekurangan referensi buku nih ttg konsep bencana, jadinya cuma ngumpulin dari internet dan dari bahan seminar bencana mas..
      tapi klo mas mau saya punya byk file pdf yg dari BNPB,, bagus2 jg koq😉 gmna??klo mw biar saya krm lwt email..

Mohon tinggalkan komentarnya ya SOBAT ^__^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s